LATAR BELAKANG
Air merupakan sumber daya alam yang penting bagi kehidupan manusia. Manfaat air yang sangat besar bagi kehidupan menjadikannya alasan untuk menggabungkan air ke dalam bangunan dan dimanfaatkan secara maksimal. Mengingat bahwa saat ini UNESCO telah memprediksi pada tahun 2020 akan terjadi krisis air global. Maka, kami berusaha menggunakan konsep air tanpa merusak kualitas dari air tersebut. Fakta yang terkait mengenai krisi air bagi kehidupan manusia adalah :
- Hampir ½ penduduk dunia menderita berbagai penyakit dari yang diakibatkan oleh kekurangan air (air yang tercemar).
- 1 dari 4 orang di dunia kekurangan air minum.
- 1 dari 3 orang tidak mendapat sanitasi yang layak.
Padahal pada kenyataan 70% dari permukaan bumi merupakan air (1,4 ribu juta km3). Namun saat ini air yang dimanfaatkan secara maksimal hanya kurang lebih 0,003%. Untuk itulah bangunan ini didesain dengan konsep ingin memanfaatkan air yang masuk ke dalam lahan secara maksimal.


KONSEP DESAIN
  1. Water Movement
Air selain air PAM yang akan masuk ke dalam bangunan adalah air yang berasal dari hujan. Air hujan yang jatuh di area bangunan akan ditampung pada sebuah kolam di sekeliling bangunan sedangkan air yang jatuh di luar bangunan akan langsung meresap ke dalam tanah karena bangunan ini sedikit menggunakan perkerasan pada bagian luar bangunan. Adapun perkerasaan yang dibuat adalah dengan menggunakan grassblock. Dimana air hujan masih dapat mengalir ke dalam tanah.
Setelah air ditampung maka air tersebut akan diolah terlebih dahulu untuk kemudian di pompa ke tangki atas dan digunakan untuk kepentingan sehari-hari. Disamping itu air pun akan dialirkan ke dalam beberapa sudut bangunan salah satunya untuk menyiram vertikal garden yang terdapat di ruang santai. Yang pada akhirnya kemudian air akan kembali ke kolam penampungan awal yang terdapat di bagian belakang.
Air yang mengalir di dalam bangunan ini akan terus mengalir secara horizontal. Pergerakan air ini dimaksudkan untuk mengurangi potensi terdapatnya genangan air yang terlalu lama yang kemudian malah akan berpotensi menjadi sarang nyamuk.

2. Water Reuse
Air yang telah digunakan untuk kehidupan manusia akan terbagi menjadi 3 bagian, diantaranya :
- Air Kotor : berasal dari kloset
- Air Sabun : berasal dari saluran kamar mandi, wastafel dari dapur, serta saluran dari tempat cuci pakaian.
- Air dari dalam bangunan : Air yang telah mengalir ke dalam bangunan.
Ketiga macam air tersebut akan dikelola hingga dapat digunakan kembali.
    1. Air Kotor, sir kotor pertama akan ditampung ke dalam septictank setelah itu dia akan dialirkan ke dalam sumur resapan yang dalam kasus desain ini sumur resapannya adalah berupa kolam pada bagian belakang.
    2. Air Sabun, air sabun sebelum masuk ke dalam sumur resapan akan dialirkan terlebih dahulu ke dalam bak lemak untuk menghilangkan unsur2 sabun yang ada di dalamnya.
    3. Air dari dalam Bangunan, air yang telah diputarkan ke dalam bangunan ini akan langsung ditampung kembali ke dalam kolam belakang yang juga berfungsi sebagai sumur resapan.

    3. Vertikal Garden
    Pada bagian depan bangunan terdapat sebuah vertikal garden yang dimaksudkan untuk menciptakan kualitas udara yang baik. Mengingat tanaman mampu menyerap karbondioksida untuk kemudian diolah menjadi oksigen. Sehingga udara luar yang sudah tercemar oleh polusi apabila masuk ke dalam bangunan ini akan difilter terlebih dahulu oleh vertikal garden ini.
    Vertikal garden ini disirami menggunakan air yang dialirkan dari atas bangunan dan tanaman yang ada menggunakan media kerikil sebagai tempat untuk tumbuh. Sehingga air yang melewati vertikal garden ini akan tetap jernih tanpa berubah warna.
    4. Day Lighting System dan Cross Ventilation
    Lahan bangunan ini memanjang dari utara ke selatan. Sedangkan cahaya matahari terbit dan tenggelam dari barat ke timur. Apabila bangunan dibuat memanjang dari utara ke selatan (sesuai dengan lahan yang ada) intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam bangunan akan sangat banyak. Namun, ini justru akan berpotensi menciptakan suhu dalam bangunan yang sangat panas pada siang hari. Untuk itu desain bangunan ini tidak dibuat memanjang tetapi agak diagonal dengan sudut perputaran kurang lebih 450. Selain itu terdapat lubang angin di bagian atas bangunan. Sehingga, cahaya matahari juga bisa masuk dari atas bangunan ke dalam bangunan.
    Selain menjadikan cahaya matahari tidak masuk dengan intensitas yang sangat tinggi, masa bangunan seperti ini akan menjadikan udara mengalir secara melintang ke seluruh bangunan. Udara tidak akan masuk dan langsung keluar ke secara lurus tanpa memutar ke seluruh bagian bangunan.







    Teammate : Zella Nouraziz (RAB)
    Hogi (CAD er)